Kekuatan Untuk berbuat Lebih

Athlete WinnerFatalisme adalah ajaran atau paham yang mengatakan bahwa manusia dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Penganut fatalisme sangat pasrah dalam segala hal. Dia berpikir bahwa dia tidak dapat melakukan sesuatu pada hari esok. Apa yang akan terjadi pada hari esok, minggu depan, tahun depan atau sebentar lagi, tidak ada kaitannya dengan dirinya. Oleh karena itu, tidak ada gunanya untuk memikirkan apa yang akan dilakukan untuk hari esok. Ini salah! Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa kita turut menentukan nasib kita ke depan, sekalipun segala sesuatu harus kita serahkan ke dalam tangan Tuhan. Perhatikan Kejadian 27:39-40, Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: “Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkan akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu.

Di sisi lain, banyak orang yang cepat berpuas diri dengan pencapaian sekarang. Berpuas diri dalam arti bersyukur adalah hal yang benar. Tetapi, berpuas diri dalam arti tidak ingin melakukan hal yang lebih baik lagi adalah hal yang salah. Tokoh-tokoh Alkitab seperti Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, dll. menunjukkan diri mereka selalu ingin berbuat hal yang lebih baik lagi. Bandingkan dengan bangsa Israel yang berpuas diri sebagai budak dan pekerja rodi di Mesir! Perhatikan perkataan bangsa Israel di Keluaran 14:12, Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir daripada mati di padang gurun ini.

Alkitab mencatat bahwa akhirnya Tuhan murka kepada mereka dan mereka benar-benar tidak bisa menikmati sesuatu yang lebih baik, yaitu hidup di Tanah Perjanjian. Nyata sekali bahwa berpuas diri membuat seseorang tidak mau berbuat lebih untuk kehidupannya ke depan.

Pengalaman Esau dan bangsa Israel seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk berbuat lebih baik lagi di tahun yang baru ini, apalagi kita baru saja menginjakkan kaki di bulan pertama tahun ini. Untuk bisa berbuat lebih, kita membutuhkan kekuatan atau daya dorong yang lebih juga. Kekuatan tersebut terletak di dalam beberapa hal berikut ini:

Posted in Pelajaran Khusus, Resources

Firman Tuhan Hari Ini

[19] Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. [20] Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin. (Filipi 4:19-20 TB)

Word Of The Day

[19] And my God will meet all your needs according to his glorious riches in Christ Jesus. [20] To our God and Father be glory for ever and ever. Amen. (Philippians 4:19-20 NIV)