Sukses Menurut Kitab Amsal

3.

Mempersembahkan Harta Kita Kepada Tuhan

Jika kita mempersembahkan harta kita kepada Tuhan, maka kita akan diberkati-Nya secara berlimpah-limpah. Amsal 3:9-10 berkata: “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai berlimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Banyak orang yang berpikir bahwa memberi persembahan kepada Tuhan hanya dapat kita lakukan setelah kita menjadi kaya atau berhasil. Tetapi justru sebaliknya, kita harus melakukannya terlebih dahulu; maka Tuhan akan memberkati kita. Sebab sesungguhnya Tuhan tidak butuh harta kita, karena Ia tidak berkekurangan suatu apa pun. Ia hanya ingin menguji hati kita, sejauh mana kita mengasihi Dia dan terpaut pada harta kita. Jadi tujuan kita memberi persembahan kepada-Nya adalah demi kebaikan kita sendiri, yakni agar kita diberkati-Nya dan segala usaha kita dibuat-Nya berhasil.

BERKAITAN DENGAN DIRI SENDIRI

Cross RoadsHal kedua yang harus kita perhatikan dalam meraih kesuksesan adalah berkaitan dengan diri kita sendiri. Ini mencakup sikap, sifat-sifat atau karakter yang dibutuhkan dari diri kita sendiri. Selain Tuhan, maka factor penentu kesuksesan kita adalah diri kita sendiri, bukan keadaan, orang lain, atau hal-hal lainnya di luar diri kita. Berikut beberapa sikap dan sifat yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan menurut Kitab Amsal.

1.

Mempunyai Perencanaan

Di dalam Amsal 24:6 dikatakan: “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”

Ini menggambarkan pentingnya perencanaan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Hidup tanpa rencana yang jelas tidak akan mungkin bisa menghasilkan kesuksesan. Membuat perencanaan bukanlah sikap mengabaikan Tuhan. Di Alkitab tidak pernah dipertentangkan antara perencanaan dengan iman. Orang beriman harus punya rencana tentang masa depannya. Dan jika perencanaan sudah dibuat dengan jelas, baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang, maka kita akan lebih mudah untuk meraih keberhasilan. Misalnya, apa yang akan kita lakukan hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dan seterusnya. Tetapi tentu saja semua rencana tersebut harus kita serahkan kepada Tuhan sehingga bisa terwujud (Amsal 16:3).

2.

Rajin dan Kerja Keras

Tuhan ingin agar setiap kita rajin dan bekerja keras. Dengan kerajinan maka kita bisa mendapatkan kesuksesan dalam hidup ini. Inilah syarat penting lainnya untuk bisa sukses. Di dalam Amsal 10:4 dikatakan: “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”

Siapa saja yang rajin pasti akan berhasil. Bahkan orang yang tidak berbakat sekalipun akan berhasil, sejauh ia bekerja dengan rajin. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang tidak rajin walaupun ia berbakat maka ia juga tidak akan mungkin mencapai keberhasilan dalam hidupnya. Tidak semua manusia itu cerdas, berbakat, atau dari keluarga yang kaya. Namun setiap orang bisa menjadi orang yang sukses, asalkan ia rajin bekerja. Sedangkan orang malas tidak akan mungkin mencapai kesuksesan (Amsal 13:4).

3.

Bekerja Secara Cerdas

Hikmat atau kebijaksanaan adalah tema utama Kitab Amsal, yakni hikmat untuk hidup yang benar dan berhasil. Rajin saja tidak cukup. Kerajinan tanpa hikmat atau kecerdasan membuat usaha kita tidak maksimal. Hal ini disebutkan di dalam Amsal 19:2, “Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”

Kita tidak bisa hanya sekadar rajin, kita juga harus bertindak cerdas dan bijaksana. Sekarang ada istilah work smart atau kerja cerdas, bukan hanya sekadar work hard atau kerja keras. Kerja keras itu bagus, tapi lebih bagus lagi jika disertai dengan ‘kerja cerdas’. Salah satu contoh kerja cerdas adalah bagaimana membuat pekerjaan kita semakin efektif dan efisien. Misalnya, jika selama ini kita bekerja dengan memakai mesin tik, maka kita perlu menggantinya dengan computer, sehingga hasilnya pun akan lebih banyak, lebih cepat, dan lebih baik. Contoh lainnya adalah seseorang yang berpendidikan tinggi namun bekerja sebagai tukang kebun. Seberapa rajin pun ia bekerja sebagai tukang kebun, penghidupannya hanya sampai di situ saja, tidak pernah ‘naik’. Jelas, untuk meraih kesuksesan kita membutuhkan kecerdasan atau hikmat.

Tagged with: , , , , , , , , , , , ,
Posted in Pelajaran Khusus, Resources

Firman Tuhan Hari Ini

[19] Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. [20] Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin. (Filipi 4:19-20 TB)

Word Of The Day

[19] And my God will meet all your needs according to his glorious riches in Christ Jesus. [20] To our God and Father be glory for ever and ever. Amen. (Philippians 4:19-20 NIV)