Anak Panah Yang Mengarah Kepada Yesus

moses10commandmentsTidak bisa dimungkiri bahwa sebagian besar orang Kristen sudah mendengar bahkan menerima ajaran yang menekankan bahwa “kita tidak perlu lagi melakukan hukum Taurat karena kita hidup di bawah anugerah”. Di sisi lain, sebagian besar orang Yahudi, karena ketidakpercayaan mereka kepada Yesus sebagai Mesias yang dinantikan, tetap melakukan hukum Taurat dengan sangat kaku, dan meremehkan hal anugerah di dalam iman Kristen. Apa benar demikian? Apa kedua “agama” itu memang sedemikian berbedanya sehingga harus terpisah sedemikian jauh? Jika demikian, ujung-ujungnya kita akan memahami pengenalan akan Yesus terpisah sama sekali dari hukum Taurat. Beberapa hal berikut ini kiranya bisa memberi gambaran yang jelas kepada kita yang membuat kita tidak salah memahami dan mempraktekkan kekristenan sejati.

BUKAN DUA PERJANJIAN YANG SEPENUHNYA BERBEDA

Kita mengenal ada dua perjanjian (Ingg: covenant), yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ada yang beranggapan bahwa kedua perjanjian itu sepenuhnya berbeda satu dengan yang lainnya. Dasarnya adalah apa yang dikatakan Yesus dalam Lukas 22:20:

“Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'”

Ada baiknya kita mempelajari ayat ini secara lebih mendalam. Kata “baru” yang dipakai di ayat ini adalah “kainos”. Ada penekanan tertentu di dalam pemakaian kata “kainos”, yaitu segar (Ingg: fresh) dan lebih baik (Ingg: better). Maka, tidak mengherankan kalau penulis Kitab Ibrani menyatakan bahwa Perjanjian Baru itu lebih kuat, lebih mulia, lebih tinggi. Perhatikan dua ayat berikut ini:

“Demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.” (Ibrani 7:22)

“Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.” (Ibrani 8:6)

Perjanjian Baru memang lebih kuat, lebih mulia, lebih tinggi dari Perjanjian Lama, tetapi ini tidak menunjukkan perbedaan di antara kedua perjanjian itu. Perbedaan kedua perjanjian itu hanya terletak kepada tempat di mana keduanya dituliskan. Perjanjian Lama ditulis di dua loh batu:

TUHAN berfirman kepada Musa: ‘Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.'” (Keluaran 24:12)

Perjanjian Baru ditaruh di dalam hati dan ditulis di dalam akal budi: “Sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu.’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.'” (Ibrani 10:16)

Ayat-ayat itu tidak menjelaskan perbedaan antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru.

Posted in Pelajaran Khusus, Resources

Firman Tuhan Hari Ini

[19] Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. [20] Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin. (Filipi 4:19-20 TB)

Word Of The Day

[19] And my God will meet all your needs according to his glorious riches in Christ Jesus. [20] To our God and Father be glory for ever and ever. Amen. (Philippians 4:19-20 NIV)