Analogi Binatang dan Orang Percaya

5.

KUDA

HorsesKuda cukup sering disebut di dalam Alkitab. Namun, biasanya kuda digambarkan sebagai makhluk lemah yang tidak berakal budi dan hanya dikendalikan oleh cemeti dan tali kekang (Mazmur 32:9 dan Amsal 26:3). Dalam Yesaya 2:7, kuda menjadi ukuran kekayaan suatu negeri. Sedangkan di dalam Kidung Agung 1:9, Salomo menggambarkan kekasihnya seperti kuda betina Firaun. Dari semua itu, kuda paling sering digambarkan sebagai suatu kesia-siaan akan kekuatan manusia yang selalu dibanggakan (Mazmur 20:8, 33:17; Amsal 21:31; Yesaya 31:1,3). Namun sekarang kita mau melihat nilai positif dari hewan ini yang Tuhan bahas secara panjang di dalam Ayub 39:22-28).

Pertama, kuda adalah hewan yang kuat (Ayub 39:22-24). Dijelaskan oleh mulut Tuhan sendiri mengenai betapa kuatnya hewan ini. Oleh karena kekuatannya itulah manusia menggunakannya sebagai bagian dari peperangan. Tetapi sayangnya manusia pada zaman itu cenderung suka menyombongkan kekuatan negeri mereka berdasarkan banyaknya kuda perang yang mereka miliki. Kita dapat memetik pelajaran di sini untuk bisa menjadi orang yang kuat dan tegar seperti kuda, namun menjauhi kesombongan. Belajarlah kuatkan hati dan pikiran ketika menghadapi masalah apa pun. Baik masalah dalam keluarga, pelayanan atau pekerjaan. Jikalau kita lemah, masalah kita tidak akan pernah selesai. Ingatlah bahwa setiap saat masalah dapat menyerang kita. Namun jika hal itu terjadi, bangkitlah sebagai pemecah masalah yang tangguh dan kuat!

Kedua, kuda adalah hewan yang gagah berani (Ayub 39:25-28). Hewan ini bukan tipikal hewan pengecut yang kabur ketika menghadapi bahaya. Justru Tuhan berkata bahwa kuda menertawakan kedahsyatan, tidak pernah kecut hati ataupun mundur dalam menghadapi perang. Suatu sifat yang sangat dibanggakan oleh sebuah kerajaan yang sering maju dalam peperangan. Bagaimana dengan kita? Ketika kita dipercayakan suatu tanggung jawab berupa tugas kantor, pelayanan, atau apa pun yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, apakah reaksi kita? Apakah kita akan mundur ketakutan dan merasa keberatan, atau berani mengambil tantangan tersebut dan mengusahakan yang terbaik? Tuhan tidak suka anak-anak-Nya menjadi seorang yang pengecut. Dalam 2 Timotius 1:7 dengan jelas sekali Paulus menuliskan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkah roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Oleh karena itu, mulai sekarang jangan ada lagi ketakutan di dalam diri kita. Percayalah bahwa ketika kita melakukan hal yang benar dengan berani, Tuhan pasti akan menyertai!

KESIMPULAN

Analogi binatang dan orang percaya ini berguna agar kita dapat melihat kepada perilaku binatang tersebut dan belajar mengambil nilai positif darinya. Ingatlah bahwa firman Tuhan sendiri yang mengatakan kepada kita untuk belajar dari kelakuan semut, cicak, dan lain sebagainya. Dan, sesuai yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Mulai sekarang, jadilah pribadi yang lebih baik lagi. Jangan sampai kita mendukakan hati Tuhan dengan kelakuan yang negatif!

Sumber: Buku Renungan Manna Sorgawi – Edisi Juli 2013, No. 184 Tahun XVI

Tagged with: , , , , ,
Posted in Pelajaran Khusus, Resources

Firman Tuhan Hari Ini

[19] Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. [20] Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin. (Filipi 4:19-20 TB)

Word Of The Day

[19] And my God will meet all your needs according to his glorious riches in Christ Jesus. [20] To our God and Father be glory for ever and ever. Amen. (Philippians 4:19-20 NIV)